Minggu, 01 September 2013

semu

“SEMU”

Mencintai sahabat sendiri itu benar-benar hal yang sulit dan menyakitkan, apalagi mendengar bahwa yang di cintai mencoba mengurungkan niat untuk menjalin hubungan dengan sahabat sendiri bila itu terjadi. Stela semakin mengganggap semu cintanya terhadap alil, alil adalah teman dekatnya stela dan juga tita.

“But still in my dream…”  sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan Tita tadi sore di kampus sempat membuat Stela melamun untuk beberapa kali, “ ahh kenapa jadi gini? Hari ini perasaan bener-bener campur aduk” ujar stela, yang segera menemui tita sahabatnya dikamarnya ia berharap dengan bertemu tita, ia akan lebih baik. awalnya ia ingin bercerita tentang yang ia rasakan hari itu namun ia ragu dan akhirnyapun tidak dilakukannya dan stela malah bersikap seperti tidak ada apa-apa. Stela memang termasuk orang yang tidak mudah untuk bercerita kepada siapapun, Stela lebih baik memendamnya atau mungkin menuangkannya kepada sebuah tulisan pendek. Stela gadis yang periang, ia selalu ingin melihat orang-orang di sekelilingnya bahagia, tertawa karenannya, padahal di balik itu Stela menyembunyikan sebuah perasaan. Termasuk perasaan sukanya kepada seseorang yang menyakitkan, Stela telah terbiasa menjadi seorang perempuan yang selalu mencintai secara diam-diam, mengagumi tanpa yang di kagumi tahu, itu memang menyakitkan namun itulah Stela, ia tidak bisa menjadi orang lain.
Beberapa hari ini Stela menjadi seorang yang bukan Stela biasanya, ia lebih cepat masuk kamar membuka laptopnya, mendengarkan music yang sendu. “aku kekamar dulu ya Tit” Stela berbicara kepada tita . Sedikit cerita tentang Stela dan Tita, Tita adalah teman satu kostan Stela yang kebetulan mereka satu kampus.Tita seorang perempuan yang supel, cantik, baik, dan setia kawan. Mereka bersahabat layaknya saudara mereka juga memiliki sahabat sahabat terbaiknya salah satunya adalah fajril atau biasa mereka panggil alil. Alil ini sesosok lelaki dengan kebaikan luar biasa, alil selalu menghibur teman-temannya walaupun alil sendiri memiliki banyak masalah namun alil tidak ingin teman temannya tahu. Mereka bertiga berteman akrab.
Stela segera menutup pintu kamarnya, berbaring di tempat tidur dan menyalakan radio. “ahh sial kenapa mesti lagu ini yang di puter !!” ujar stela dengan kesal. Stela tidak mematikan atau menggati frekuensinya, Stela tetap mendengarkan lagu itu dan itu semakin menambah stela berfikir dan merenunginya. Lagu itu mengisahkan seseorang yang mencintai secara diam-diam dan tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya, dan lagu itu bilang itu hanya akan menjadi mimpi. “mungkin emang Cuma mimpi, ini lebih rumit dari gue menyukai Bima” tertegun stela didalam hati setelah mendengar lagu itu.
            “Lil…” ucap stela sambil menghela nafasnya. Fajril, ternyata stela menyimpan rasa terhadap alil, alil temannya. alil yang selalu bersama stela. Saat itu stela benar benar galau,
 “apa gue ngomong aja yah sama tita, cerita gitu. Mungkin tita punya solusinya” terucap di dalam hati stela sambil ia melamun.
“ah tapi jangan, alil kayaknya sama tita ituu…” stela tidak melanjutkan dan kemudian ia mengeluarkan air mata.
Alil itu baik kepada semua teman wanitanya, termasuk stela dan tita tapi stela merasa alil memiliki baik yang berbeda terhadap tita. Stela memang cukup dekat dengan alil, tapi tita sepertinya lebih dekat. Entah membicarakan tentang apa tita dan alil setiap harinya di luar jam kampus selalu dan pasti berkomunikasi beda dengan alil dan stela. Dari sikap sikap alil yang memperlakukan tita berbeda tampaknya membuat stela benar benar mengurungkan rasanya dalam dalam dan benar benar dalam kepada alil.
            Stela menyukai alil, namun sepertinya alil menyukai tita, tita sahabatnya alil pun sahabatnya meskipun alil pernah bilang bahwa ia tidak ingin menjalin hubungan dengan sahabatnya sendiri tapi stela tetap merasa ini menyakitkan, mencintai orang yang menjadi sahabat kita dan ternyata ia malah mencintai sahabat kita itu sejujurnya lebih menyakitkan dari apapun. Pada siapa stela bercerita tentang ini, tentang ia menyukai yang bukan sahabatnya saja ia tidak memiliki keberanian apalagi ini. Stela padahal sering membuat seperti kode yang mencerirtakan bahwa stela suka alil, tapi tita, alil, dan mungkin teman temannya yang lain tidak menyadarinya.
            Cinta stela memang semu tidak tercium sedikitpun bahwa cinta semu ini berakhir indah. Sejak saat itu ia menyadari hanya jodoh yang di susun tuhan lah yang akan menyelesaikan cerita ini, kini stela mencoba mengurung rasa itu di penjara kedalaman hatinya. Hari demi hari stela jalanin bersama tita dan alil, perasaan cemburu terhadap tita sudah menjadi masalah klasik bagi stela. Stela tetap tegar dan menjalani kisah persahabatnnya itu dengan mengalir bagai air yang tak tau arahnya akan kemana. Memang banyak yang bilang jangan mencintai orang dengan jatuh cinta karena sesuatu yang jatuh akan sakit rasanya, apalagi jatuh cinta pada sahabat sendiri.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar