Minggu, 06 Desember 2015

Hujan.


"Ketika Tuhan mengambil sesuatu dari genggamanmu, Dia tak menghukummu, namun hanya membuka tanganmu tuk menerima yg lebih baik." 

Rajutan kata kata itu menari nari bak ingin menunjukan kebahagiaannya bahwa kutipan dari sebuah film berjudul 5cm itu benar adanya.

Kala itu hujan, dingin memang namun ternyata otak ku tak cukup dingin bahkan beku untuk tidak bisa berfikir apa apa, nyatanya hal itu masih kufikirkan.

Seseorang yang tuhan ambil dari genggamanku ternyata itu memang benar bukan sebagai hukuman, sedikit demi sedikit aku mulai memahami semua hal yang tuhan tunjukan, cara tuhan memang luar biasa,  sampai aku tak sadar kalau ternyata tuhan memberiku jalan untuk merelakan yang tuhan ambil demi membuka jalan untuk menerima yang baik.

Hujan juga mengajariku, tetesan tetesan air yang jatuh ku ibaratkan air mataku. Hujan tidak pernah lelah untuk meneteskan airnya, karna ia tau akan ada hikmahnya setelah ia meneteskan entah itu sebuah pelangi setelah hujan, atau kemakmuran yang dirasakan makhluk bumi.

Begitupun air mata ku, tetesan air mataku pernah lelah bahkan hampir hilang rasa, namun menangis lagi, huh aku hampir bosan. Tapi tetesan air mataku saat aku bercerita pada tuhan lah yang akan mengantarkan ku menjemput kebaikan ku.

Kini, semuanya jelas, nyata tanpa ada hal yang aku ragukan.

"jodoh adalah ceriminan diri kita"

Kalian yang belum percaya itu, harus percaya tuhan menunjukan ku itu. Aku baru tau, dan di tunjukan kembali, kenapa dia sang pemeran utama di ambil dari genggamanku, kenapa masih terasa sulit untuk melepaskannya, kenapa masih terasa sulit untuk melupakannya, jalani prosesnya, berdoalah dan akhirnya satu hal yang baru aku dapatkan, ternyata tuhan tidak mengizinkan ku untuk terus menggenggam peran utama itu, ia menyadarkan ku dengan di datangkannya idaman lain si pemeran utama, dari nya aku baru tahu,

"iyaaa. Tepat, kamu lah cerminan pemeran utama ku, pemeran utama ku seperti melihat dirinya di dalam dirimu, dia tidak menemukan dirinya di dalam diriku"

Gelap, seketika keadaan ruangan dimana aku merangkai kata demi kata, kalimat demi kalimat menjadi gelap akibat matinya listrik, haduh aku fikir ini pertanda lagi, tidak aku bercanda.

Lalu, aku pun yakin bahwa jodoh adalah cerminan kita, dan jika dulu kita dipertemukan dengan orang yang tidak baik (versi kita) artinya kita pun belum baik, dan adanya kejadian tersebut membuat ku berfikir
 "aku tidak mau sisa hidupku sia sia hanya dengan dijalani dengan orang yang tidak baik lagi, makanya aku harus membuat diriku lebih baik" 
dan pada saat ku jalani proses menjadi lebih baik, tuhan pun sedang memperbaiki "peran utamaku" yang lain. Dan jika masa lalu mu bertemu dengan orang lain, sadarlah kamu pun akan bertemu dengan masa depan mu yang memiliki kualitas sama dengan mu.

"jika kamu lelah disakiti, jika kamu lelah menghabiskan waktu dengan orang yang menurut mu tidak baik, lepaskan lah, berubahlah jadi lebih baik dan jemputlah peran utamamu yang lebih baik dengan sikapmu yang lebih baik."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar