Sabtu, 01 Desember 2012

cinta diam-diam part 1

Prakata dulu nih biar kaya penulis beneran,

gue adalah seorang mahasiswi jurusan broadcasting di salah satu politeknik negeri media di bilangan jakarta selatan, ini kebetulan dapet tugas akhir semester satu dari mata kuliah B.INDONESIA buat bikin karangan fiksi atau  non-fiksi dengan 1500 kata minimal, entah apa yang gue buat ini jenis karangan apa, tapi sepertinya adalah non-fiksi karena ini sedikit curhat.

yang gue ceritain di cinta diam-diam ini engga sepenuhnya gue, banyak yang gue karang sendiri dan kembangkan sendiri, tapi untuk siapapun yang merasa ada di cinta diam-diam ini gue minta maaf kalo ngerasa ga nyaman dengan di tuliskannya sedikit pengelaman gue yang dikembangkan di terbitkan di blog ini. just for fun. maaciw guys.
terimakasih kepada ibu SENI ASIATI, kepada FANY AGUSTRYA, dan kepada orang-orang yang merasa dirinya ada dalam cerita ini.
selamat membaca

check it out !!!!





Ketika mencintai tidak harus memiliki dan ketika mencintai  seseorang yang telah memilih cinta yang lain, dan itu bukan Stela…

            Alunan music “thinking of you” versi acoustic milik Katy Perry mengawali hari Stela, itu memang alarm pagi Stela namun kali ini ketika ia bangun lagu ini sempat membuatnya tercengang sendiri di atas tempat tidurnya. Tiba tiba lelaki itu memenuhi isi otaknya.
             Ya tentang lelaki itu, sebut saja namanya Bima, cerita Bima  ketika Stela berada di Sekolah Menengah Atas Bima adalah senior Stela di sekolah itu, kala itu Bima berada di tingkat 2 dan Stela masih ditingkat pertama, perkenalan mereka terbilang unik, mereka memang satu sekolah namun Bima berkenalan dengan Stela melalui situs social media dan sampai pada akhirnya mereka  bertukar nomer handphone. Berteman layaknya senior dan juniornya, namun seiring berjalannya waktu hubungan mereka semakin intents.
            Sekelibat tentang Bima hilang di otak Stela karna ibunya telah memanggil Stela untuk segera bergegas mandi dan pergi ke kampus. ”gara gara mimpi nih pasti” ucap Stela dalam hati. Sedikit tentang Stela, Stela  merupakan wanita yang tak begitu cantik namun tak begitu tidak cantik, ia ramah, periang, serta easygoing, sedangkan Bima lelaki yang memiliki alis tebal, senyuman yang manis, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu tampan namun tidak terlalu tidak tampan pula, Bima seorang yang pendiam kepada orang yang belum ia kenal.  “Stela…” sekali lagi ibunya memanggil Stela, dan sekelibat ia cepat pergi keruang makan menghabiskan sarapannya dan segera pergi ke kampusnya.
            Sesampainya di kampus Stela segera mencari sahabat barunya itu yang bernama Nina, ia ingin cepat cepat menceritakan mimpinya semalam kepada Nina, “Nina kemana? Nina! Lo kemana sih ?” gerutu Stela yang sambil berjalan tengok kanan kiri. “Nina!!” Stela memanggil Nina yang berada di sudut hall kampusnya. Tidak pikir panjang Stela langsung menghampiri sahabatnya itu, “kemana aja lo Nin? Astaga batang hidung lo baru terlihat Nin!” tegur Stela sambil memegang pundak sahabatnya itu dengan gemas, “gue dari tadi disini kali bu, lo yang kemana? Ada apa sih?heboh banget” jawab Nina sambil melepaskan tangan Stela dari pundaknya. “Nin you know Rizky nin? Anak teknik kampus kita Nin, yang sering gue tunjuk nin?” meyakinkan Nina untuk tahu, “iya Rizky kan ? gue tau.  yang alisnya tebelkan ? kenapa?” Nina menjawab pertanyaan Stela dengan penasaran, “gara-gara doi mirip seseorang Nin semalam gue jadi mimpiin seseorang itu Nin , dan dari tadi nih di otak gue full seseorang itu Nin dari bagun, mandi, sampe pup pun gue mikirinin dia Nin” cerita Stela sambil menggoyang-goyangkan pundak Nina. “sakit kali Stel” Nina menimpalinya sambil mengerutkan alisnya,Nina  juga ternyata kesal di perlakukan seperti itu oleh Stela, “eh, iya maaf napa bu! Serem banget”.  Stela memelas, “gak di maafin sebelum lo cerita siapa seseorang itu, karna yah mau sampai 5 buku cerita juga kalo lo bilangnya “seseorang”  mulu tanpa lo sertain tuh nama si “seseorang” itu ga bakal cerita lu masuk ke gue semuanya, kecuali “siapakah seseorang itu”. Nina menjawab seperti menggerutu, Cerewetnya Nina mengalahkan cerewetnya Stela, “bu, pasti gue certain si “seseorang” itu bu, jangan takut! Bahkan tanpa lo minta pun, atau lo ga mau denger pun gue akan tetap bercerita sama sahabat gue yang bawel luar biasa ini” bicara Stela kepada Nina sambil mencubit kedua pipinya dengan gemas. “oke sekarang ceritakan siapa “seseorang” itu? Kenal dimana sama “seseorang” itu? Dan “seseorang” itu siapa lo?” seperti biasa Nina tidak pernah menimpali omongan orang dengan singkat, pasti panjang, itu yang menyebabkan Nina mendapat predikat bawel dari teman teman yang mengenalnya. “iya ibu Nina bawel sejagad raya” timpal Stela yang jadi ikut kesal. Stela pun menceritakan “seseorang” itu kepada sahabatnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar