Sabtu, 01 Desember 2012

cinta diam-diam part 2


“jadi gini Nin…” bercerita Stela kepada sahabatnya.
Seseorang itu bernama Bima, Bima adalah seniornya ketika ia di tingkat Sekolah Menengah Atas, awal perkenalannya adalah di situs social media yaitu facebook, saat itu facebook sangat booming di jamannya. Muncul permintaan pertemanan yang ingin di konfirmasi di akun facebook Stela dengan nama aku Bima Purnama, langsung Stela lihat infonya dan ternyata asal sekolahnya sama dengan dimana Stela bersekolah saat itu, segera Stela mengkonfirmasinya, dan mengirim pesan dinding kepada Bima,”terima kasih” selang beberapa hari kemudian Bima membalas “kembali kasih” di awali dengan terima kasih dan kembali kasih itu siapa yang tahu bahwa itu merupakan awal cerita ini.
            Mereka awalnya memperkenalkan satu sama lain, seperti kelas berapa, jurusan apa, rumahnya dimana, dan menanyakan hal lain yang menurut mereka sesuatu yang biasa di awal perkenalan dan siapa yang tahu sesuatu yang biasa itu merupakan awal cerita cinta diam-diam ini. Tiba- tiba muncul personal message di akun facebook Stela dan isinya adalah “bagi nomer handphone lo dong Stel” itu dari Bima, entah kenapa saat itu Stela merasakan sesuatu yang beda yang disebut “bahagia”, rasanya bahagia sekali ketika Stela dimintai nomer handphone oleh Bima, tanpa pikir panjang Stela segera membalas  message itu dengan memberikan nomer handphonenya dan sedikit kata-kata “smsnya pake nama ya ka”. Di send dengan senyuman bahagia melayang oleh Stela.
            Selang 3 hari kemudian ada nomer baru masuk ke inbox handphone Stela “Stela…. Ini nomer Bima” wah saat itu Stela sedang badmood karena nilai ujian pelajaran berpengaruh itu di luar targetnya tiba tiba berubah seketika ketika melihat di akhir kalimatnya ada nama “Bima”. Stela langsung membalas pesan tersebut “iya ka, kirain nomer gue di hapus gitu aja”, dan tidak hampir 5 menit ada pesan baru dari Bima “ya engga lah, lagi pelajaran apa lo? Tadi pagi gue liat lo, sayang sekali lo ga liat gue,huh” Stela membacanya dengan heran sambil mengingat tadi pagi apakah dia melihat seseorang yang ternyata sedang melihatnya, “kimia ka, lo? Serius? Gue ga liat ka, kok ga manggil?” Stela membalas pesan dari Bima, Bima membalas pesan dari Stela dan seterusnya begitu tanpa jeda kecuali mereka sedang belajar, solat, makan, mandi, dan tidur. Ternyata  baru mereka ketahui sebelum mereka satu sekolah mereka sudah pernah bertemu ya walaupun belum saling kenal, ternyata Bima adalah kakak dari teman rumah sahabat SMP Stela, dan rumah mereka berdekatan, ketika itu Stela bermain ke rumah sahabat SMPnya itu dan Bima sedang diluar rumahnya. Dunia memang sempit, fikir mereka.
            Semakin hari semakin dekat, itulah yang menggambarkan hubungan mereka. Sampai- sampai mereka memiliki panggilan akrab masing – masing. Stela memanggil Bima “nchan” dari tokoh utama kartun Crayon Sinchan yaitu Sinchan, karna menurut Stela alis Bima begitu tebal seperti Sinchan. Bima memanggil Stela dengan sebutan “Mon” dari tokoh Doraemon, karna menurut Bima Stela memiliki hidung yang kecil seperti kucing di film kartun Doraemon yaitu Doraemon, “Mon” dan “Nchan” semakin menambah kedekatan mereka.
            Ketika itu entah apa yang Stela rasakan, cinta kah?, sayang kah ?, obsesi kah?, atau entahlah hanya tuhan yang tahu, karna Stela pun tidak dapat mendeskripsikannya ini jenis perasaan apa ? jika itu sayang atau cinta? Cinta sebagai apa ? sayang sebagai apa? Hanya kakak kah? Atau bahkan yang lain? Entahlah kembali lagi, itu semua hanya Tuhan yang tahu, Stela pun bingung dan berfikir untuk menjalani semuanya seperti air yang mengalir .
            Suatu hari dalam gurauannya, Stela meminta Bima untuk memasang relationship di akun facebook mereka berdua, yang dimaksud hanya untuk membuat kaget orang-orang sekitar mereka, dan terpasang lah status relationship itu. Benar seperti dugaan, banyak yang merasa dikagetkan dengan status itu, tertawa puas Stela dan Bima. Mereka saat itu di repotkan dengan harus menjawab pertanyaan pertanyaan yang tidak jauh dari “lo berdua pacaran? Serius? Dari kapan” dan bla..bla..bla…
Bima dan Stela hanya tertawa puas karena merasa berhasil. Entah kapan status itu akan dicabut.
            Entah mengapa Stela mengharapkan status itu tetap dipasang. Entah mengapa…
Dan suatu saat Bima menghubungi Stela meminta untuk mencabut status itu dengan alasan Bima merasa bersalah sudah membohongi semua orang. Stela kemudian mencabutnya segera, namun dalam hatinya Stela merasakan kecewa luar biasa, karna bukan itu yang ia harapkan. Ia mengharapkan dari bercandaan itu menjadi.. kali ini hanya Stela dan Tuhan yang tahu.
            Disitu Stela menduga duga dengan fikiran negatifnya, mungkin Bima sudah mulai menyukai seseorang, mungkin Bima sudah memiliki permpuan yang ingin ia pacari, atau bahkan mungkin Bima sudah memiliki pacar? Mungkin, mungkin, dan hanya mungkin di benaknya. Seketika Stela pelan-pelan menjauh dari Bima namun tidak berselang waktu lama, Bima pun mencari Stela dan menghubungi Stela kembali, satu jam, dua jam, tiga jam, tertahan Stela untuk tidak menanggapi Bima,  dan itu sia-sia akhirnya Stela pun membalas pesan Bima yang ke 4 yang menanyakan bagaimana kabar Stela, Stela menjawab dengan baik, Bima menanyakan kemana ia akhir-akhir ini? Apa kabarnya? Dan akhirnya Stela berterus terang kepada Bima mengapa ia tidak pernah menghubungi Bima lagi, Bima cukup hanya dengan mengerti tanpa menjelaskan, namun saat itu Stela tidak meminta penjelasan padahal awalnya ia sangat ingin tahu yang sebenarnya,  hubungan mereka kembali membaik bahkan lebih baik dari yang pertama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar