Sabtu, 01 Desember 2012

cinta diam-diam part 3


Semakin hari Stela semakin bingung dengan perasaannya kepada Bima, dengan hubungan mereka berdua, hubungan mereka kini telah di sertai dengan panggilan “sayang”, setiap pagi selalu ada ucapan “selamat pagi Mon sayang”, “selamat pagi Nchan sayang” begitupun dengan setiap ingin tidur. Ya, yang pasti hubungan mereka sudah tidak seperti hubungan biasa adik dan kakanya, bisa di bilang hubungan mereka teman tapi mesra tanpa kejelasan.
            Siang itu ketika di depan kelas stela mengetahui bahwa bima sedang bersenda gurau dengan teman perempuan  Stela yang tak lain dia adalah adik kelas Bima ketika SMP, sepertinya mereka memiliki satu passion yaitu music, sehingga terlihat begitu akrab mereka. Melihat mereka saja sudah menyakitkan apalagi mendengar mereka pun memiliki kedekatan entah apa itu, mungkin hanya sebatas music, “fikir positif Stel, positif” Stela menguatkan diri. Setelah kejadian itu, setelah cerita itu Stela selalu terbakar asmara ketika melihat mereka sedang mengobrol. Stela selalu menguatkan dirinya dengan kalimat “lo bukan siapa siapanya Bima Stel, jangan panas jangan panas, dan mereka cuman teman, cuman teman”.
            Mungkin kecemburuan Stela sudah memuncak, entah siapa yang memulai Stela dan temannya bertengkar, lama cukup lama, Bima mengetahuinya. Bima menyuruh mereka menyudahi ini semua, namun pertengkaran belum juga usai, sampai pada suatu saat Stela merasa ini tidak perlu, ini memalukan dan ini sangat anak kecil sekali, dia teman sekelas Stela dan akan selalu dalam satu lingkungan dengan Stela tidak mungkin Stela bertengkar terus dengannya, dan akhirnya terlintas niat untuk menjauhi Bima dan berbaikan dengan teman kelasnya.
            Cukup lama Stela menjauhi Bima, dan hubungan dengan teman Stela pun sudah membaik. Setiap Stela bertemu Bima selalu ia menghindar, dan sampai pada saatnya Bima meminta maaf atas kesalahannya, dan berbaikan dengan Stela, dan kembali dekat dengan Stela. Hubungan mereka kembali membaik namun kali ini tak sedekat dulu, Stela menjaga jarak, Stela takut jikalau persaan itu muncul, bukan muncul lagi, namun tepatnya  perasaan itu tidak bisa hilang, karna dulu perasaannya belum pernah hilang, masih ada masih terasa dan masih tersimpan. Usaha Stela untuk menghilangkan perasaan itu gagal, bukan malah hilang namun semakin menjadi jadi dengan perilaku Bima yang semakin memberi harapan namun entah palsu atau sesungguhnya, hanya Bima dan tuhan yang tau.
            Mereka kembali semakin hari semakin dekat, Stela selalu mencari cari Bima di setiap sudut sekolah, ketika Stela berangkat  ada Bima dan sepeda motornya Stela tersenyum bahagia karna dapat melihat Bima, setiap pagi Stela selalu duduk di depan kelas untuk melihat Bima yang masuk kekelasnya yang melewati kelas Stela. Hanya seperti itupun membuat Stela bahagia. Semakin hari semakin dekat dan semakin tidak ada kejelasan, harapan tinggal harapan.
            “ini ga mungkin kan? Ini bohongan kan? Ini bercandaan! Tenang Stel tenang” Stela gemetar sambil mengucapkan kalimat itu terus menerus di dalam hatinya, sesuatu buruk akhirnya terjadi, Stela mendapat pesan langsung dari Bima “Mmon, gue udah punya pacar dong”. Hancur seketika ketika membaca pesan itu, Stela hanya membolak balikan antara kolom pesan dan kolom nomor handphonenya Stela berharap itu bukan dari Bima, tapi ini kenyataannya. Setelah meminta kejelasan tenyata, ini terjadi dan ini sungguhan. Kacau saat itu yang Stela alami, ia hanya memikirkan “apa maksudnya semua ini? Bima jahat !”. tanpa meminta kejelasan tentang mengapa Bima memperlakukan Stela seperti ini, Stela langsung pergi sendiri dengan kesedihannya. Stela menon-aktifkan akun facebooknya, Stela mengganti nomor handphonenya, dan Stela menghindar dari Bima.
            Stela kembali dengan hari-harinya yang berusaha tanpa lelaki jahat itu, tanpa Bima. Bima tidak perperasaan, itu yang membuatnya berfikir dua kali untuk menoleh lagi kepada bima. Stela meyakinkan dirinya untuk kembali ke hidupnya semula, Stela mengaktifkan lagi akun facebooknya dan Stela memberi kabar teman temannya dengan nomer handphonenya yang baru kecuali Bima. Ketika Stela mengaktifkan kembali facebooknya Stela mendapat banyak pesan dari Bima seperti “sory banget nih Mon gue ganggu, sebelumnya makasih udah mau baca pesan ini, gue minta maaf banget kalau gue punya banyak salah banget, gue ga mau punya musuh, apalagi ini bulan ramadhan, maafin ya Mon,” dan “Mon, kita lagi marahan yah? Udahan atuh Mon marahannya, maafin gue Mon, sombong banget ganti nomer ga bilang”, dan terakhir “Mon please aktifin nomernya Mon please, gue minta maaf okey”. “yaampun” didalam hati sambil menghela nafas dan mengelus dada, “Bima kenapa mesti muncul lagi?”. Disitu Stela tidak menanggapinya.
            Tiba-tiba teman SMP Stela yang juga teman rumahnya Bima mengirim pesan singkat kepada Stela, memberi tahu bahwa Bima meminta maaf, dan Bima meminta kepadanya nomer baru Stela. Stela merasakan tulusnya permintaan maaf Bima, dan tulusnya penyesalan Bima. Akhirnya Stela mengirim pesan singkat kepada Bima yang isinya “ iya ka gue maafin lo, gue juga minta maaf kalo gue punya salah -Stela-“ tidak beberapa lama kemudian Bima membalas “akhirnya Mon, lo sms juga Mon, maafin gue banget yah, gue sadar banget gue salah.kita mulai dari awal lagi ya mon”.
            Stela dan Bima pun berbaikan, Bima masih dengan pacarnya itu dan Stela masih dengan kesendiriannya itu. Semakin baik dan kembali akrab, Stela bercerita kepada Bima, Stela berterusterang bahwa Stela menyukai Bima, Stela mencintai Bima, Stela cemburu. Bima diam dan diam. suatu saat Stela menerima pesan singkat gila dari Bima “Mon, tunggu gue yah” Stela membalas “maksudnya?” kemudian Bima menjelaskan “iya gue juga sayang sama lo Mon, lo mau nunggu Mon?, ini takdir yang buat gini, gue harus sama orang lain dulu baru sama lo. Lo mau nunggu ?” Stela kaget, Stela bingung dan Stela bodohnya mengiyakan keinginan Bima. Stela seperti menjadi pacar kedua Bima dalam satu minggu, ya karna setelah satu minggu itu Stela berfikir ini jahat, ini tidak baik, dan ini harus diakhiri. Dengan penuh penjelasan akhirnya Stela benar benar pergi dan merelakan Bima, karena “mencinta itu tidak harus memiliki”.
            Tiga bulan berlalu mereka sudah berjauhan tanpa kontak, Stela kini sedang dekat dengan teman pria barunya yang tak lain adalah kaka kelas semasa sekolah dasar, dan ternyata adalah teman SMP  Bima juga. Akhirnya Stela dapat melupakan Bima karena kehadiran lelaki itu. Saat itu Bima kembali datang pada Stela melalui lelaki yang sedang dekat dengan Stela sebut saja Regi, Bima mengetahui bahwa Stela kini berpacaran dengan Regi temannya, Bima memberikan selamat kepada Regi, dan menitipkan salam untuk Stela lewat regi. Dari situ Stela berbaikan dengan Bima, dan hubungan mereka kali ini benar benar hanya sebatas teman karena Stela telah memiliki Regi, Bima masih dengan pacarnya.Hanya Stela dan tuhan yang tahu tentang perasaan Stela kali ini, Stela berpacaran dengan Regi, namun di hati yang paling dalam Stela masih memiliki sedikit perasaan kepada Bima, mungkin ini salah. Dan sampai pada akhirnya selang 5bulan Stela putus dengan regi. Bima sendiri belum diketahui apa sekarang statusnya. Setelah dari Regi beberapa kemudian Stela memiliki pengganti Regi, namun masih seperti dulu di dalam hati Stela masih ada Bima, dan masih Bima. Bagaimana tidak Bima selalu berada di hati Stela yang terdalam, ya karena Stela belum pernah memiliki kejelasan status dengan bima,  Stela saja bingung apakah perasaan Stela kepada Bima ini sudah menjadi obsesi atau benar benar masih mencintai tulus?. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar