Sabtu, 01 Desember 2012

cinta diam-diam part 4


Disini cinta diam-diamnya, kala itu setiap pagi pergi sekolah dalam perjalan Stela selalu berharap untuk setiap harinya bertemu Bima, bila tidak dalam perjalananan Stela bertemu Bima Stela segera bergegas masuk kedalam kelas dan duduk di pojok, ya kebetulan kelas Stela ketika dia kelas 2 SMA berada di tingkat ke 2 dan kebetulan jendela di pojok langsung menghadapkannya kepada lapangan parkir sekolahnya, setiap pagi stela duduk di pojok dan mencari motor berwarna orange berplat nomer F 5291 GJ, jika sepeda motor tersebut belum terlihat olehnya ia menunggu sampai ia melihatnya. Ironis memang tapi itu hanya salah satu dari sekian banyak cara Stela untuk dapat melihat Bima. Stela hafal plat nomer sepeda motor Bima, Stela hafal itu adalah sweter yang sering dikenakan Bima, Stela hafal itu helm Bima. Stela selalu mencari sepeda motor milik Bima, entah mengapa saat itu hanya dengan melihat sepeda motor milik Bima Stela merasa bahagia sekali, Stela merasa Bima baik baik saja ketika telah melihat sepeda motornya, begitu sebaliknya Stela merasa khawatir bila tidak melihat motor Bima.
            Ketika Bima praktik di ruangan depan kelasnya Stela selau memperhatikan Bima, Stela selalu mencari Bima, pikiran Stela bagaikan memiliki sinyal yang selalu mencari satelitnya kemanapun itu. Bar sinyal Stela bertambah bila ada Bima di sekelilingnya, Stela…Stela..Stela. Bima selalu menjadi tujuan utamanya untuk masuk sekolah, sampai pada saat Bima lulus duluan Stela kehilangan tujuan masuk sekolah, namun Stela tetap menjalani hari hari sekolahnya kini Stela berada di tingkat 3, dan Bima sudah menjadi mahasiswa dari salah satu Politeknik Negri di daerah Jakarta. Entah apa kabar Bima sekarang, Stela kehilangan jejak, sering Stela mengstalking facebook Bima, twitter Bima, namun tidak pernah berani untuk menghubungi Bima lewat nomor handphonenya, padahal Stela memiliki nomor Bima, dan nomor Bima pun ia dapat dari pencurian nomer handphone di handphone milik Regi dulu.
            Stalking itu membuahkan hasil, hasil baik maupun hasil buruk. Hasil baiknya Stela memiliki pin blackberry messenger Bima, dan hasil buruknya ternyata Bima sudah lama memiliki pacar, dan sepertinya hubungan Bima dan pacarnya sudah terbilang lama. Di satu sisi ada penyesalan, namun disisi lain tidak, akibat stalking. Cukup lama pin BBM Bima tertahan di note ponsel Stela, ya itu karna Stela belum berani dan masih cinta diam-diam. Sampai pada akhirnya Stela memberanikan diri untuk menginvitenya, dan akhirnya di accept contact nya Stela, rasa bahagia bukan main menyelimuti Stela. Ketika itu Stela tidak langsung mengirim pesan BBM nya ke pada Bima, karena Stela menunggu dan berharap Bima yang mendahuluinya, tapi seminggu dua minggu tiga minggu bahkan sampai Stela tidak berharap lagi, itu tidak pernah terjadi.
            Sejak contact Bima berada di list contact blackberry messengernya Stela, Stela tidak pernah tidak untuk stalking Profil Contact si pemilik ponsel yang tidak lain adalah Bima. Setiap kali Bima muncul di list recent update entah itu mengubah display picture nya, atau mengubah personal messagenya Stela tidak pernah absen untuk tidak melihatnya. Sering Stela mencuri foto-foto Bima ketika ia mengganti display picturenya. “ahhhh Bima, kenapa belum sempat” gumam Stela, ya Stela menyesalkan kenapa belum sempat ia men jadi miliknya. Dan pernah suatu hari Bima mengganti display picturenya bersama pacarnya, hancur Stela dan muncul harapan negatifnya “Bim, kapan ya kamu putus?!” dan “Bim, kok cantikan aku?” dan “Bim, kok kalian mesra banget?”, memang mungkin akal sehat Stela ketika itu terganggu.
            “Benar memang apa kata mas Dikong, naksir diam-diam itu komidi putar. Seakan berjalan, tetapi sebenarnya tidak kemana-mana”, ya novel Manusia Setengah Salmonnya milik mas Dikong sapaan akrab dari Raditya Dika sempat mengingatkan Stela tentang apa yang dialaminya. Masih dengan cinta diam-diam dan selalu diam, pernah Stela berkunjung ke rumah temannya yang dekat dengan rumah Bima juga, ya tepat sekali moment kedatangan Stela, kala itu Bima sedang mencuci sepeda motornya di depan rumahnya, Stela melihatnya, namun ia tidak berani untuk menampakan wajahnya agar dilihat Bima, ya sekali lagi Ini ironis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar